Sabtu, 14 November 2009

Mengedepankan Islam Sebagai Jalan Tengah

Mengedepankan Islam Sebagai Jalan Tengah
Sabtu, 14 November 2009, 08:00:02 WIB

Laporan: A. Supardi Adiwidjaya

Den Haag, RMOL. Setelah mengikuti Sidang Umum World Islamic People’s Leadership/WIPL (Kepemimpinan Rakyat Islam Sedunia/KRIS), dalam perjalanan pulang kembali ke Indonesia, Prof Dr Din Syamsuddin tiba di Schiphol (Amsterdam) pada hari Sabtu sore (7/11).

Dan pada hari Minggu sore (8/11) lalu beberapa jam sebelum keberangkatannya kembali ke tanah air, Prof Dr Din Syamsuddin berkesempatan bersilaturahmi dengan masyarakat Indonesia di aula KBRI Den Haag. Hadir dalam pertemuan tersebut - Umar Hadi, Wakil Kepala Perwakilan RI (Wakapri) untuk Kerajaan Belanda, yang baru kurang lebih seminggu tiba di Belanda.

“Saya singgah di Belanda dengan tiga maksud sekaligus,” ujar Din Syamsuddin dalam acara silaturahmi tersebut. Menurutnya, pertama, untuk ikut menjadi tamu pertama dari sahabatnya Umar Hadi, Wakapri yang baru untuk Kerajaan Belanda.

Sebelum menjabat Wakapri, Umar Hadi adalah Direktur Diplomasi Publik Deplu RI, yang sangat aktif mengajar ormas-ormas mengenai masalah-masalah keagamaan untuk ikut mengembangkan diplomasi Indonesia di luar negeri. Din Syamsuddin sempat hadir dalam acara peluncuran buku karya Umar Hadi berjudul “Islam Indonesia: A to Z Basic Reference” yang diterbitkan Center for Dialogue and Cooperation among Civilisations (CDCC), yang digelar di Deplu RI pada bulan Oktober 2009 lalu.

Yang kedua, Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah ini sudah lama berniat berkunjung ke Den Haag untuk bertemu dan mendoakan sahabat baiknya – Surya Alinegara, yang saat ini sedang menderita sakit. Surya Alinegara adalah mantan Ketua Pengurus Cabang Intimewa Muhammadiyah (PCIM) di Belanda. Dan yang ketiga, ingin bersilaturahmi dengan masyarakat Indonesia di Belanda, termasuk para mahasiswa.

Ditanya mengenai Sidang Umum KRIS yang ke-5 di Tripoli, dalam bincang-bincang singkat dengan Rakyat Merdeka Online, Din Syamsudin mengatakan, delegasi Indonesia ke General Assembly World Islamic People’s Leadership cukup banyak, sekitar 16 orang tokoh-tokoh dari ormas Islam Indonesia beserta sekitar enam ratusan orang dari seluruh dunia mewakili organisasi-organisasi Islam dari negeri masing-masing. “Saya kebetulan di KRIS menjabat sebagai Wakil Sekjen mewakili benua Asia,” jelas Din Syamsuddin.

Menurut Din Syamsuddin, dalam Sidang Umum KRIS tersebut dibicarakan tentang strategi peradaban dunia Islam dalam menghadapi tantangan global dunia yang tengah berubah, yang masih menyisakan masalah-masalah kemiskinan, kebodohan, keterbelakangan, kesenjangan dan termasuk pandemi yang merajalela di dunia sekarang ini. Tentu sebagai dunia yang mempunyai potensi terutama dari sudut jumlah penduduk dunia yang beragama Islam 1,6 milyar, yang harus menunjukkan rasa tanggung jawab dengan program-program yang riel untuk mengatasi masalah-masalah umat manusia tadi.

Dalam pertemuan di Tripoli itu, kata Din Syamsuddin, juga dibicarakan bagaimana dunia Islam menyambut gelagat dunia sekarang ke arah dialog dan kerjasama antara agama, antara peradaban, termasuk juga obsesi Presiden AS Barack Obama yang ingin menciptakan hubungan baru dengan dunia Islam atas dasar saling menghargai, memahami dan kepentingan bersama. Ini juga menjadi singgungan dalam pertemuan tadi itu. Tapi jauh lebih lebih penting lagi dari pembahasan di sana adalah bagaimana umat Islam, dunia Islam, melakukan revitalisasi agar mandiri dalam bidang pendidikan, dalam bidang ekonomi.

Karena masalah utama dalam dunia Islam adalah kesenjangan antara idealitas Islam, potensi dunia Islam, sumber daya alam, sumber daya nilai, tapi dengan kenyataan kehidupan dunia Islam yang masih rendah kualitas infrastrukturnya: sosial, pendidikan, ekonomi, maka program-program yang bersifat internal ini yang harus dibicarakan.

“Saya diminta memberikan sambutan pada upacara pembukaan sebagai Wakil Sekjen. Dan pada sesi tertentu saya diminta untuk berceramah tentang pemuda Islam antara liberal dan radikal dan bagaimana upaya-upaya untuk mengatasinya,” ujar Din Syamsuddin. Saya katakan, lanjutnya, sebetulnya di tengah itu juga ada kelompok ketiga, yaitu kelompok yang lebih besar yang teguh berpegang kepada agama Islam dan mengedepankan Islam yang sesungguhnya adalah jalan tengah. Dan ini harus ditampilkan ke depan, jadi Islam sebagai jalan tengah yang tidak terjebak kepada dua ekstrimitas. Ini perlu dilakukan mainstreaming, dijadikan sebagai arus utama tentu lewat pendidikan dan oleh karena itu perlu organisasi pendidikan di dunia Islam, baik di sekolah, maupun di masyarakat dan keluarga.

Aliran Seat di Blitar

Aliran Sesat di Blitar Komersilkan Islam
By Republika Newsroom
Selasa, 10 November 2009 pukul 13:01:00
Font Size A A A
Email EMAIL
Print PRINT
Facebook
Bookmark and Share
Aliran Sesat di Blitar Komersilkan IslamBLOGSPOT.COM

Abdusshomad Buchori, Ketua MUI Jatim.

SURABAYA--Pelaku aliran sesat di Desa Jajar, Kecamatan Talun, Kabupaten Blitar Jatim mengomersilkan ajaran agama Islam untuk kepentingan duniawi. Agar kasus tersebut tidak merasahkan masyarakat di sekitarnya, MUI Jatim mengimbau agar aliran tersebut membubarkan diri, atau dibubarkan Polisi dan ditangkap pelakunya untuk diproses sesuai hukum yang berlaku.

"Sistem dakwah Islam tidak perlu ada atau diadakan diklat segala macam agar masuk surga. Apalagi ada penjaminan masuk surga dengan membayar tiket seharga jutaan rupiah. Ini sudah jelas aliran sesat yang harus dibubarkan. Karena telah merusak sistem dakwah Islam," cetus Abdusshomad Buchori, Ketua MUI Jatim, Selasa (11/10)

MUI menegaskan, orang akan masuk surga bukan dilihat dari mereka bisa membayar berapa kepada siapa. Tetapi orang akan masuk surga dilihat dari amal dan perbuatanya selama mereka hidup. Munculnya berbagai aliran sesat tersebut sebenarnya modusnya semua bermuara kepada masalah lemahnya ekonomi. Misalnya seperti yang terjadi di Mojokerto yang dipimpin oleh Achmad Nafan.

"Orang ini sebenarnya kan dukun yang sama sekali tidak mengerti ajaran agama Islam. Dengan logikanya sendiri mereka mengelabuhi masyarakat yang ilmu Islamnya dangkal untuk dijadikan obyek. Dan kebetulan saat pasien ini diobati dengan jampi-jampinya sembuh maka dianutlah ajaranya yang menyesatkan itu," terangnya.

Abdushomad menambahkan, seluruh pelakunya sebenarnya mengomersilkan agama Islam yang hanya bertujuan mencari sesuap nasi atau untuk memperkaya dirinya dengan melencengkan ajaran Islam. Masalah pemahaman tentang Islam mereka sangat tidak mengerti sama sekali. Pihaknya mengimbau agar aliran tersebut segera berhenti agar tidak meresahkan masyarakat.

"Kasus di Blitar sangat jelas unsur komersilnya, tetapi sebenarnya penyebar aliran sesat kebanyakan motifnya ekonomi. Yang berbahaya bagi umat Muslim yang pengetahuanya tentang Islam dangkal. Dalam kasus di Blitar ini Polisi sudah bisa menangkapnya untuk dijerat dengan pasal 156 a KUHP untuk dipidanakan karena telah menodai agama," imbuhnya.

Sementara dalam praktiknya, pengikut aliran tersebut diwajibkan membayar biaya sebesar Rp3 juta hingga Rp7 juta, serta melaksanakan shalat wajib 5 waktu selama 41 hari secara terus menerus, agar bisa masuk surga yang tidak lagi diwajibkan melaksanakan perintah agama lainnya, seperti puasa dan zakat dan dijamin akan masuk surga 100 persen.

"Sudah sebulan ini kami menyelidiki aliran sesat tersebut, dan hal ini kami lakukan setelah mendapatkan laporan dari masyarakat yang kebetulan sempat akan masuk ke dalam aliran itu," kata Sekretaris MUI Kabupaten Blitar, Ahmad Su'udi, Rabu (11/2).

Dari keterangan masyarakat itu, ternyata aliran sesat itu telah berdiri sejak beberapa bulan terakhir, dan dipimpin seseorang dengan inisial SL. "Dia juga warga Kecamatan Talun, dan di rumahnya biasa dipanggil kyai. Praktik SL mewajibkan seluruh pengikutnya menandatangani surat perjanjian kesanggupan membayar sejumlah biaya, agar bisa masuk ke dalam surga," terangnya.

Bahkan jika biaya yang dibayarkan hanya Rp3 juta dijamin bebas siksa kubur, sementara apabila bayar Rp5 juta masuk surga setelah sebelumnya disiksa di neraka, dan yang bayar Rp7 juta dijamin akan langsung masuk ke dalam surga tanpa ada halangan.

"Setelah surat perjanjian ditandatangani, maka pengikut diwajibkan shalat wajib 5 waktu selama 41 hari berturut-turut tanpa putus. Apabila semua dilaksanakan dengan baik, maka seluruh keinginannya tersebut akan dapat terkabulkan," jelasnya. masduki/taq

Islam Yang Sebenarnya ?

ISLAM YANG SEBENAR?



Penjelasan Biasa

Dalam bahasa Arab, perkataan "Islam" bermaksud "tunduk" atau "patuh". Jika seorang Muslim ditanya, "Apakah itu Islam?", biasanya dia akan menjawab, "Agama yang tunduk kepada Allah, satu-satu Tuhan yang benar."

Jawapan ini terlalu ringkas. Untuk memahami Islam yang benar, satu gambaran yang jelas yang diperlukan. Untuk mendapat gambaran yang jelas ini, satu penelitian sejarah diperlukan.

Islam Dalam Sejarah

Sebelum Islam bertapak di tanah Arab di bawah pimpinan Muhammad, terdapat empat jenis kepercayaan yang berpengaruh di sana.

1. Arab Jahiliah

Mereka ini penyembah-penyembah berhala yang percaya kepada satu Tuhan yang Maha Tinggi, dewa-dewi dan berbagai jenis kuasa ghaib. Walaupun begitu, sebilangan besar daripada mereka (terutamanya bani Quraisy di Mekah) mengaku diri mereka dari keturunan Ibrahim.

Rumah berhala mereka yang terkenal ialah Kaabah yang bertempat di Mekah. Di dalamnya terdapat berbagai objek-objek pujaan dan berhala.

2. Yahudi

Pada zaman Muhammad, terdapat ramai orang Yahudi di tanah Arab. Sebilangan besar dari mereka bukan Yahudi sejati melainkan yang telah memeluk agama Yahudi. Menurut Yaqubi, bani Yahudi Quazah dan Nadhir di Madinah merupakan suku-bangsa Arab Jurham yang telah diyahudikan.

Orang Yahudi pada masa itu lebih berpengetahuan tentang dongeng rakyat dan tulisan ulama mereka daripada apa yang sebenarnya di tulis dalam Taurat. Malah, ada yang telah lupa bahasa asal mereka dan tidak dapat lagi membaca kitab Taurat yang ditulis dalam bahasa Ibrani. Kerana ulama-ulama Yahudi sahaja yang memahami kitab Taurat, ayat-ayat dari kitab itu terpaksa diterjemahkan secara spontan ke dalam bahasa Arab dalam upacara-upacara sembahyang umum.

3. Kristian

Orang yang pertama menjadi Kristian ialah orang Yahudi. Mereka berbeza dengan orang Yahudi lain kerana menerima Isa sebagai Al-Masih yang telah dijanjikan Allah. Apabila semakin ramai orang bukan-Yahudi memeluk agama Kristian, mereka mula membentuk identiti mereka sendiri. Pada zaman Muhammad, orang Kristian telah wujud selama enam ratus tahun. Dalam masa yang singkat itu, agama Kristian berjaya menjadi agama utama di Timur Tengah.

Akan tetapi orang Kristian pada masa itu telah pudar semangat dan banyak ajaran-ajaran sesat telah berjaya memecahbelahkan penduduk Kristian kepada kelompok-kelompok yang bertentangan fahaman. Ramai orang keliru tentang fahaman Kristian yang benar terutamanya mereka yang tidak berpeluang membaca Alkitab (gabungan kitab Taurat, Mazmur dan Injil) untuk mengkaji isu-isu yang diperdebatkan.

Suasana ini merebak ke tanah Arab yang pada masa itu tidak memiliki Alkitab dalam bahasa Arab. Orang Kristian di tanah Arab pada masa itu terdiri dari golongan Nestoria, Baizantin dan Monofisit. Golongan Baizantin dan Monofisit merupakan dua golongan paling berpengaruh dan merekalah yang menimbulkan perbalahan apabila memanggil Maryam, Ibu Tuhan. Maka tidak hairanlah jika suasana seperti itu telah menghalang Muhammad daripada mendapatkan ajaran Kristian yang benar.

Akhirnya, penyebaran ajaran-ajaran sesat ini dapat disekat dan dibetulkan. Prosesnya mengambil masa yang lama kerana campur tangan berbagai pihak yang berkuasa. Apabila umat Kristian berjaya bangkit dari kemelut akidah yang telah memecahbelahkan mereka, Islam telah pun bertapak di Timur Tengah dan Afrika Utara.

4. Hanif

Perkataan Hanif bermaksud "Dia yang berpaling" iaitu daripada penyembahan berhala. Orang Hanif ialah orang Arab Jahiliah yang telah dipengaruhi oleh fahaman Yahudi dan Kristian lalu mereka menolak amalan penyembahan berhala. Mereka tidak berjemaah tetapi percaya agama yang benar ialah agama yang dipegang bapa bangsa mereka, Ibrahim.

Agama Yahudi, Kristian dan Islam masing-masing menuntut mewakili agama Ibrahim yang sebenar. Adalah menarik bahawa dari empat Hanif yang diceritakan oleh Ibn Ishaq, tiga daripada mereka menemui kebenaran yang dicari-cari mereka dalam agama Kristian.

Hanif yang pertama ialah Waraqah bin Naufal, sepupu Khatijah, isteri pertama Muhammad. Dia memeluk agama Kristian dan menjadi seorang Kristian yang terpelajar. Walaupun dia adalah saudara dan penasihat rohani Muhammad, dia tidak pernah memeluk agama Islam. Selepas kematiannya, Muhammad telah bermimpi melihat Waraqah berpakaian putih dan mengambilnya sebagai tanda Waraqah selamat di syurga.

Hanif kedua ialah Abdullah bin Jashy. Pada mulanya dia memeluk agama Islam tetapi kemudiannya memeluk agama Kristian setelah berhijrah ke Habsyah akibat penganiayaan di Mekah. Abdullah selalu bersaksi kepada pelarian Islam yang lain tentang pengalaman rohaninya yang baru itu. Dia pernah berkata, "Kami (Kristian) melihat dengan jelas tetapi kamu (Islam) mengerdip mata sahaja." Maksudnya jelas – Abdullah percaya bahawa orang kristian mempunyai pandangan yang jelas dalam hal-hal rohani manakala Islam masih belum berjaya melihat terang kebenaran Allah.

Hanif yang ketiga ialah Usman bin Huarith. Dia merupakan saudara isteri pertama Muhammad dan memeluk agama Kristian semasa di Baizantin.

Hanif yang keempat, Zaid bin Amru, tetap Hanif sampai akhir hayatnya. Dikatakan dia selalu berdoa, "Ya Allah. Jika aku tahu jalan mana yang paling Engkau berkenan, aku akan menyembah-Mu dengannya. Tetapi aku tidak tahu."

Sebelum kerasulannya, Muhammad merupakan seorang Hanif. Pada setiap tahun, di bulan Ramadan, dia akan pergi bertapa di Gua Hira yang berdekatan dengan Mekah. Amalan ini sebenarnya berasal daripada orang Kristian di Syria yang kemudiannya menjadi popular di kalangan orang Arab.

Mengikut ajaran Islam, kenabian Muhammad bermula pada satu malam pada bulan Ramadan apabila dia terdengar satu suara menyuruh dia "mengucap" (yakni ayat-ayat Al-Quran yang bakal diturunkan kepadanya). Suara ini didengarnya ketika dia sedang bertapa di Gua Hira. Apabila dia mempertimbangkan kata-kata tersebut, malaikat Jibrail telah menjelma dan memberitahunya, "Muhammad! Engkaulah rasul Allah."

Pada mulanya Muhammad menyebarkan mesej Islam di kalangan orang Arab sahaja. Selepas dia berhijrah ke Madinah (yang banyak berpenduduk Yahudi), dia cuba memujuk orang Yahudi menerimanya sebagai seorang nabi setaraf nabi-nabi dalam kitab Taurat. Muhammad mengelar orang Yahudi dan Kristian "ahli-ahli kitab". Walaupun begitu, orang Yahudi menentang Muhammad dan menolak mesejnya. Mereka yakin kitab suci mereka tidak menyatakan apa-apa tentangnya. Sejak dari itu, Muhammad mula bermusuhan dengan mereka.

Apabila ditanya sama ada orang Islam orang Yahudi atau Kristian, Al-Quran mengarahkan orang Islam untuk memberi jawapan ini:

Berkata mereka itu: Beragama Yahudilah kamu, atau beragama Nasrani, supaya kamu mendapat petunjuk. Katakanlah: Bahkan agama Ibrahim yang lurus (kami ikut), dan bukanlah dia termasuk orang-orang musyrik. Katakanlah: Kami telah beriman kepada Allah dan (Kitab) yang diturunkan kepada kami dan apa-apa yang diturunkan kepada Ibrahim, Ismail, Ishaq, Yaqub dan anak-anaknya (begitu juga kepada kitab) yang diturunkan kepada Musa dan Isa, dan apa-apa yang telah diturunkan kepada nabi-nabi dari Tuhan mereka, tiadalah kami perbezakan seorang juga di antara mereka itu dan kami patuh kepada Allah. Maka jika mereka beriman seperti keimanan kamu, sesungguhnya mereka mendapat petunjuk; tetapi jika mereka berpaling (tiada beriman seperti keimananmu), maka hanya mereka dalam perpecahan (dengan kamu); maka engkau akan dipeliharakan Allah dari kejahatan mereka, dan Dia Mahamendengar, lagi Mahamengetahui. (2 Surah Al-Baqarah ayat 135-137)

Apabila ayat-ayat ini yang dipandang dari sudut sejarah, maka jelaslah agama Islam merupakan satu panggilan untuk kembali kepada agama Ibrahim dan mesej nabi-nabi Allah. Apakah ini telah dilakukan penganut agama Islam? Apakah Islam hari ini mewakili agama Ibrahim, Ismail, Ishaq dan Yaqub yang sebenar? Apakah kitab Musa dan Isa ditaati hari ini oleh pengikut Islam?

Agama Ibrahim

(Ingatlah) ketika Tuhan berfirman kepada Ibrahim: Islamlah engkau! Jawabnya: Saya telah Islam(patuh mengikut) Tuhan semesta alam. (2 Surah Al-Baqarah ayat 131)

Siapakah yang terlebih baik agamanya dari orang yang menundukkan mukanya kepada Allah sedang ia berbuat kebaikan dan mengikut agama Ibrahim yang lurus? Allah telah mengangkat Ibrahim itu sebagai tolan (sahabat). (Surah An-Nissak ayat 125)

Agama Ibrahim ialah agama penundukan dan ketaatan kepada perintah-perintah Allah. Ibrahim menikmati banyak berkat kerana kejayaannya tunduk dan taat kepada Allah. Dia telah diberi anak yang soleh walaupun sudah berusia, anaknya ditebus Allah ketika Ibrahim patuh kepada arahan Allah (melalui mimpi) untuk menyembelih anaknya dan dia dijadikan imam bagi manusia. Akan tetapi berkat paling besar dialami Ibrahim ialah penghormatan menjadi sahabat Allah.

Bagaimana dengan anda hari ini? Apakah anda berjaya tunduk dan taat kepada perintah-perintah Allah Ibrahim, Ishaq dan Yaqub? Apakah berkat-berkat yang telah anda alami sebagai hasil kepatuhan ini? Apakah anda seorang sahabat Allah?

Mengapakah Allah berkenan kepada nenek moyang kita Ibrahim? Allah berkenan kepada Ibrahim kerana perbuatan Ibrahim, iaitu mempersembahkan Ishaq, anaknya di atas mezbah, sebagai persembahan kepada Allah. Kamu tidak nampakkah bahawa Ibrahim menunjukkan imannya dengan perbuatannya? Oleh itu, iman Ibrahim menjadi sempurna. Perkara itu sesuai dengan ayat Alkitab, "Ibrahim percaya kepada Allah, dan kerana imannya Allah menerima dia sebagai orang yang melakukan kehendak Allah." Itulah sebabnya Ibrahim disebut sahabat Allah. (Yakub bab 2 ayat 21-23)

Mengaspa Saya Masuk Agama Islam

Mengapa Saya Masuk Agama Islam

oleh ZULKARNAIN (Eddy Crayn Hendrik)

ISNET Homepage | MEDIA Homepage | Program Kerja | Koleksi | Anggota
| Indeks Antar Agama | Indeks Artikel | Tentang Pengarang |





Kupersembahkan bagi pemuda pemudi Islam, sebagai tulang
punggung di masa depan yang gemilang. Kupersembahkan bagi
siapa yang mau berpikiran sehat.

M. Zulkarnain

PENGANTAR KATA
PEMBUKA KALAM
KATA SAMBUTAN DARI KEPALA PERWAKILAN
DEPARTEMEN AGAMA KAB. SUMBAWA.
KATA SAMBUTAN KETUA MAJELIS ISLAM KABUPATEN SUMBAWA
KATA SAMBUTAN WAKIL KETUA III MUHAMMADIYAH
DAERAH KABUPATEN SUMBAWA.
RIWAYAT SINGKAT PENULIS
BAGAIMANA SAYA MENGENAL ISLAM
DORONGAN SAYA UNTUK MENYELIDIKI INJIL

INJIL
PERJANJIAN LAMA
Perihal Keesaan Allah
Perihal Hukum
Perihal Sejarah
Perihal Nubuatan
Adanya pertentangan ayat-ayat didalam Perjanjian Lama
Adanya ceritera-ceritera yang meragu-ragukan hati
MENGAPAKAH PERJANJIAN LAMA JADI SEDEMIKIAN?
PERJANJIAN BARU
Manusia atau Tuhankah tokoh Yesus dalam Perjanjian Baru?
Masihkah Hukum Musa (Taurat) itu berlaku?
EMPAT PENULIS INJIL
ULASAN DAN TANGGAPAN KITA
SIAPAKAH PAULUS ITU?
Pribadinya
Ajaran-Ajaran Paulus
Hura-hura Akibat Ajarannya
Paulus Memang Orang Yang Mahir
INFO NABI PALSU
Pauluslah Nabi Palsu Itu
Perkembangan Ajaran-ajaran Paulus
PEMERINTAH ROMAWI TURUN TANGAN
MATIUS CS. PENJIPLAK PAULUS
YESUS DIDALAM BERBAGAI VERSI
Menurut Perjanjian Lama
Menurut Perjanjian Baru
Yesus menurut Al-Qur'an
Ajaran Yesus Kepada Bangsanya
Sungguhkah Yesus Disalibkan?

MENGAPA SAYA MENGAKUI MUHAMMAD SEBAGAI RASUL DAN NABI ALLAH.
Dia Adalah Rokhulkudus
Muhammad dalam Injil-Injil yang Hilang
Muhammad dalam Injil Kenyataan
Muhammad dalam Injil Kenyataan Pula
Nabi Muhammad dalam Perjanjian Lama
Nabi Muhammad dalam Kitab Nabi Yesaya
Nubuatan Daniel Tentang Islam
Nabi Muhammad dalam Kitab Nabi Malakhi
Nabi Muhammad dalam Kitab Orang Hindu
Nabi Muhammad dalam Kitab Orang Parsi
Tujuh Kebenaran Islam yang Mutlak

Fungsi Agama Bagi Manusia

Dari segi pragmatisme, seseorang itu menganut sesuatu agama adalah disebabkan oleh fungsinya. Bagi kebanyakan orang, agama itu berfungsi untuk menjaga kebahagiaan hidup. Tetapi dari segi sains sosial, fungsi agama mempunyai dimensi yang lain seperti apa yang diuraikan di bawah:

* Memberi pandangan dunia kepada satu-satu budaya manusia.
Agama dikatakan memberi pandangan dunia kepada manusia karena ia sentiasanya memberi penerangan kepada dunia(secara keseluruhan), dan juga kedudukan manusia di dalam dunia. Penerangan dalam masalah ini sebenarnya sulit dicapai melalui indra manusia, melainkan sedikit penerangan daripada falsafah. Contohnya, agama Islam menerangkan kepada umatnya bahwa dunia adalah ciptaan Allah(s.w.t) dan setiap manusia harus menaati Allah(s.w.t).

* Menjawab pelbagai pertanyaan yang tidak mampu dijawab oleh manusia.
Sebagian pertanyaan yang sentiasa ditanya oleh manusia merupakan pertanyaan yang tidak terjawab oleh akal manusia sendiri. Contohnya pertanyaan kehidupan setelah mati, tujuan hidup, soal nasib dan sebagainya. Bagi kebanyakan manusia, pertanyaan-pertanyaan ini sangat menarik dan perlu untuk menjawabnya. Maka, agama itulah fungsinya untuk menjawab soalan-soalan ini.

* Memberi rasa kekitaan kepada sesuatu kelompok manusia.
Agama merupakan satu faktor dalam pembentukkan kelompok manusia. Ini adalah karena sistem agama menimbulkan keseragaman bukan saja kepercayaan yang sama, melainkan tingkah laku, pandangan dunia dan nilai yang sama.

* Memainkan fungsi peranan sosial.
Kebanyakan agama di dunia ini menyarankan kepada kebaikan. Dalam ajaran agama sendiri sebenarnya telah menggariskan kode etika yang wajib dilakukan oleh penganutnya. Maka ini dikatakan agama memainkan fungsi peranan sosial.

Akhir Agama Palsu Sudah Dekat

Apa agama palsu itu? Apakah Anda merasa resah dengan kejahatan yang dilakukan dalam nama agama? Apakah perang, terorisme, dan kebejatan yang dilakukan oleh orang-orang yang mengaku sebagai hamba Tuhan mengusik rasa keadilan Anda? Mengapa agama tampaknya menjadi penyebab begitu banyak masalah?

Yang harus disalahkan bukanlah semua agama, melainkan agama palsu. Seorang tokoh agama yang dihormati oleh masyarakat luas, Yesus Kristus, menunjukkan bahwa agama palsu menghasilkan perbuatan jahat, sama seperti ”pohon yang busuk menghasilkan buah yang tidak berguna”. (Matius 7:15-17) Buah apa yang dihasilkan oleh agama palsu?
1. Tentara di medan perang; 2. Kuburan; 3. Pendeta
Agama Palsu . . .

IKUT CAMPUR DALAM PERANG DAN POLITIK: ”Di Asia dan tempat-tempat lain,” kata jurnal Asiaweek, ”para pemimpin yang haus kekuasaan secara tercela memanipulasi rasa keagamaan orang demi kepentingan sendiri.” Akibatnya, jurnal itu memperingatkan, ”Dunia tampaknya hampir gila.” Seorang pemimpin agama terkemuka di Amerika Serikat menyatakan, ”Para teroris harus dibunuh agar mereka berhenti membunuh.” Jalan keluar yang ia kemukakan? ”Lenyapkan mereka semua dalam nama Tuhan.” Sebaliknya, menurut Alkitab, ”Jika seseorang menyatakan, ’Aku mengasihi Allah’, namun membenci saudaranya, ia adalah pendusta.” (1 Yohanes 4:20) Yesus bahkan mengatakan, ”Teruslah kasihi musuh-musuhmu.” (Matius 5:44) Menurut Anda, berapa banyak agama yang anggotanya ikut berperang?

MENYEBARKAN AJARAN PALSU: Kebanyakan agama mengajarkan bahwa jiwa atau roh adalah bagian halus dari manusia yang tetap hidup setelah raga mati. Melalui ajaran ini, banyak dari agama-agama itu menarik keuntungan dari anggota mereka, dengan meminta bayaran untuk mendoakan jiwa yang sudah pergi. Padahal, ajaran Alkitab sungguh berbeda, ”Jiwa yang berbuat dosa—jiwa itulah yang akan mati.” (Yehezkiel 18:4) ”Yang hidup sadar bahwa mereka akan mati; tetapi orang mati, mereka sama sekali tidak sadar akan apa pun.” (Pengkhotbah 9:5) Yesus mengajarkan bahwa orang mati akan dibangkitkan—yang tentu tidak diperlukan jika manusia mempunyai jiwa yang tidak berkematian. (Yohanes 11:11-25) Apakah agama Anda mengajarkan bahwa jiwa itu terus hidup?

MENYETUJUI HUBUNGAN SEKS YANG AMORAL: Di negeri-negeri Barat, gereja-gereja menahbiskan para pelaku homoseks dan lesbian menjadi imam dan mendesak pemerintah untuk mengakui perkawinan sesama jenis. Bahkan, gereja-gereja yang mengutuk perbuatan amoral mentoleransi para pemimpin agama yang telah menganiaya anak-anak secara seksual. Tetapi, apa yang Alkitab ajarkan? Jelas sekali, ”Jangan disesatkan. Orang yang melakukan percabulan, ataupun penyembah berhala, ataupun pezina, ataupun pria yang dipelihara untuk tujuan yang tidak alami, ataupun pria yang tidur dengan pria . . . tidak akan mewarisi kerajaan Allah.” (1 Korintus 6:9, 10) Apakah Anda tahu ada agama yang menyetujui hubungan seks yang amoral?

Apa masa depan agama-agama yang menghasilkan buah yang busuk? Yesus memperingatkan, ”Setiap pohon yang tidak menghasilkan buah yang baik ditebang dan dilemparkan ke dalam api.” (Matius 7:19) Ya, agama palsu akan ditebang dan dibinasakan! Tetapi, bagaimana dan kapan? Jawabannya terdapat dalam sebuah penglihatan yang mengandung nubuat yang dicatat dalam Alkitab, di buku Penyingkapan (Wahyu) pasal 17 dan 18.

Agama palsu punya pengaruh ”atas raja-raja di bumi”
1. Seorang sundal menunggangi seekor binatang berkepala tujuh; 2. Binatang itu membinasakan sundal tersebut

”Hai, umatku, keluarlah dari dalamnya”
Bagaimana agama palsu akan diakhiri?

Coba bayangkan hal ini. Seorang wanita sundal sedang duduk di atas seekor binatang yang mengerikan. Binatang itu mempunyai tujuh kepala dan sepuluh tanduk. (Penyingkapan 17:1-4) Siapa yang digambarkan oleh sundal itu? Ia punya pengaruh ”atas raja-raja di bumi”. Ia berbajukan kain ungu, menggunakan dupa, dan luar biasa kaya. Selain itu, melalui praktek spiritismenya, ”semua bangsa disesatkan”. (Penyingkapan 17:18; 18:12, 13, 23) Alkitab membantu kita mengerti bahwa sundal itu adalah organisasi keagamaan seluas dunia. Ia tidak menggambarkan satu agama tertentu, tetapi semua agama yang menghasilkan buah yang busuk.

Binatang yang ditunggangi wanita itu menggambarkan kuasa-kuasa politis di dunia ini.* (Penyingkapan 17:10-13) Agama palsu menunggangi binatang politis ini, berupaya mempengaruhi keputusannya dan mengendalikan arahnya.

Tetapi, tidak lama lagi akan terjadi peristiwa yang mengejutkan. ”Kesepuluh tanduk yang engkau lihat, dan binatang buas itu, mereka akan membenci sundal itu dan akan menghancurkan dia dan membuatnya telanjang, dan akan memakan habis bagian-bagiannya yang berdaging dan akan membakar dia seluruhnya dengan api.” (Penyingkapan 17:16) Dengan tiba-tiba dan sangat mengagetkan, kuasa-kuasa politis di dunia ini akan menyerang agama palsu dan membinasakannya sama sekali! Apa pemicunya? Buku Penyingkapan dalam Alkitab menjawab, ”Allah menaruh dalam hati mereka keinginan untuk melaksanakan pikirannya.” (Penyingkapan 17:17) Ya, Allah akan meminta pertanggungjawaban agama palsu atas semua hal menjijikkan yang telah dilakukannya dalam nama Allah. Dengan keadilan yang sempurna, Allah akan menggunakan para kekasih politis agama palsu sebagai alat untuk menghukumnya.

Apa yang harus Anda lakukan agar tidak mengalami nasib yang sama dengan agama palsu? ”Hai, umatku, keluarlah dari dalamnya,” demikian desak utusan Allah. (Penyingkapan 18:4) Sesungguhnya, sekaranglah waktunya untuk lari dari agama palsu! Tetapi, lari ke mana? Apakah berarti kita tidak perlu lagi beragama? Tidak, karena tidak ada masa depan bagi orang yang tidak mau mengenal Allah. (2 Tesalonika 1:6-9) Satu-satunya tempat perlindungan adalah agama yang benar. Bagaimana caranya mengenali agama yang benar?
Cara mengenali agama yang benar

Buah baik apa yang semestinya dihasilkan oleh agama yang benar?—Matius 7:17.
1. Sekelompok orang yang bahagia dari beragam kebangsaan; 2. Alkitab yang terbuka; 3. Seorang gadis memeluk ibunya
Agama yang Benar . . .

MENGAMALKAN KASIH: Para penganutnya ”bukan bagian dari dunia”, tidak terpecah-belah oleh ras atau kebudayaan, dan mengamalkan ’kasih di antara mereka’. (Yohanes 13:35; 17:16; Kisah 10:34, 35) Mereka begitu mengasihi satu sama lain sehingga lebih rela mati daripada membunuh rekan seiman.—1 Yohanes 3:16.

PERCAYA KEPADA FIRMAN ALLAH: Tidak mengajarkan ”tradisi” dan ”perintah manusia sebagai doktrin” tetapi mendasarkan ajarannya pada Firman Allah, Alkitab. (Matius 15:6-9) Mengapa? Karena ”segenap Tulisan Kudus diilhamkan Allah dan bermanfaat untuk mengajar, untuk menegur, untuk meluruskan perkara-perkara”.—2 Timotius 3:16.

MENGUATKAN IKATAN KELUARGA DAN MENJUNJUNG STANDAR MORAL YANG TINGGI: Agama yang benar melatih suami untuk ”mengasihi istri mereka seperti tubuh mereka sendiri”, membantu istri mengembangkan ’respek yang dalam kepada suami mereka’, dan mengajar anak-anak ’menaati orang tua mereka’. (Efesus 5:28, 33; 6:1) Selain itu, orang yang diberi wewenang harus mempunyai moral yang patut diteladani.—1 Timotius 3:1-10.

Apakah ada agama yang memenuhi standar-standar itu? Buku Holocaust Politics, yang diterbitkan pada tahun 2001, mengatakan, ”Jika lebih banyak orang hidup sesuai dengan ajaran dan perilaku Saksi-Saksi Yehuwa, Holocaust (pembantaian massal oleh Nazi) dapat dicegah dan genosida tidak akan mendera dunia ini lagi.”

Faktanya ialah, di 235 negeri, Saksi-Saksi Yehuwa tidak hanya mengajarkan standar moral Alkitab—mereka mengamalkannya dalam kehidupan mereka. Kami menganjurkan Anda untuk menghubungi Saksi-Saksi Yehuwa. Mintalah mereka membantu Anda belajar tentang apa yang Allah minta agar Anda dapat beribadat kepada-Nya dengan cara yang Ia perkenan. Sekaranglah waktunya untuk bertindak. Jangan tunda lagi. Akhir agama palsu sudah dekat!—Zefanya 2:2, 3

Macam-Macam Agama di Indonesia

AGAMA DI INDONESIA

Oleh: AsianBrain.com Content Team

Agama adalah satu prinsip kepercayaan kepada Tuhan yang harus di miliki setiap manusia, karena dengan beragama manusia bisa mengenal dirinya dan Tuhannya, dan dengan beragama manusia bisa tahu hak dan kewajibannya sebagi makhluk yang di ciptakan Tuhan.

Di Indonesia banyak di kenal bermacam-macam kepercayaan atau Agama, akan tetapi Agama yang diakui di Indonesia hanya ada lima, antara lain Islam, Kristen Protestan dan Katolik, Hindu, Buddha dan Kong Hu Cu.



A.Islam

Islam adalah Agama yang mengimani satu tuhan, Islam secara bahasa (secara lafaz) memiliki beberapa makna. Islam terdiri dari huruf dasar (dalam bahasa Arab): "Sin", "Lam", dan "Mim". Beberapa kata dalam bahasa Arab yang memiliki huruf dasar yang sama dengan "Islam", memiliki kaitan makna dengan Islam.

Islam secara bahasa adalah : Islamul wajh (menundukkan wajah), Al istislam (berserah diri), As salamah (suci bersih), As Salam (selamat dan sejahtera), As Silmu (perdamaian), dan Sullam (tangga, bertahap, atau taddaruj).

Secara istilah, Islam berarti wahyu Allah, diin para nabi dan rasul, pedoman hidup manusia, hukum-hukum Allah yang ada di dalam Al Qur'an dan As Sunnah, dan dia merupakan jalan yang lurus, untuk keselamatan dunia dan akhirat.

1. Nama kitab suci Agama Islam : Al-Qur'an.
2. Nama pembawa Ajarannya : Nabi Muhammad SAW
3. Permulaan : Kurang/lebih 1400 tahun lalu.
4. Nama tempat peribadatan : Masjid.
5. Hari besar keagamaan : Muharram, Asyura, Maulud Nabi, Isra' Mi'raj, Nuzulul Qur' an, Idul Fitri, Idul Adha, dan Tahun Baru Hijriah.


B. Kristen Protestan dan Katolik

Kristen adalah sebuah kepercayaan yang berdasarkan pada ajaran, hidup, sengsara, wafat dan kebangkitan Yesus Kristus atau Isa Almasih. Agama kristen ini meyakini Yesus Kristus adalah Tuhan dan Mesias, juru selamat bagi seluruh umat manusia, yang menebus manusia dari dosa. Mereka beribadah di gereja dan Kitab Suci mereka adalah Alkitab. Murid-murid Yesus Kristus pertama kali dipanggil Kristen di Antiokia

Protestan adalah sebuah mazhab dalam agama Kristen. Mazhab atau denominasi ini muncul setelah protes Martin Luther pada tahun 1517 dengan 95 dalil nya.

Kata Protestan sendiri diaplikasikan kepada umat Kristen yang menolak ajaran maupun otoritas Gereja Katolik.

Kata Katolik sebenarnya bermakna "universal" atau "keseluruhan" atau "umum" (dari ajektiva Bahasa Yunani (katholikos) yang menggambarkan sifat gereja yang didirikan oleh Yesus Kristus.

1. Nama kitab suci Kristen Protestan dan Katolik : Injil.
2. Nama pembawa Ajaranya : Isa / Yesus Kristus.
3. Permulaan : Kurang/lebih 2.000 tahun lalu.
4. Nama tempat peribadatan : Gereja.
5. Hari besar keagamaan : Natal, Jumat Agung, Paskah, Kenaikan Isa Almasih, dan Pantekosta.


C. Hindu

Agama Hindu Adalah agama tertua di dunia yang masih bertahan hingga kini, Hindu dalam Bahasa Sanskerta artinya : Sanatana Dharma "Kebenaran Abadi", dan Vaidika-Dharma (Pengetahuan Kebenaran). Hindu adalah sebuah agama yang berasal dari anak benua India. Agama ini merupakan lanjutan dari agama Weda (Brahmanisme) yang merupakan kepercayaan bangsa Indo-Iran (Arya). Agama ini diperkirakan muncul antara tahun 3102 SM sampai 1300 SM.

1. Nama kitab suci Hindu : Weda
2. Nama pembawa Ajaran: -
3. Permulaan : Masaprasejarah.
4. Nama tempat peribadatan : Pura.
5. Hari besar keagamaan : Nyepi, Saraswati, Pagerwesi, Galungan, dan Kuningan.


D. Buddha

Buddha dalam Bahasa Sansekerta adalah : Mereka yang Sadar, Yang mencapai pencerahan sejati. dari perkataan Sansekerta: "Budh", untuk mengetahui, Buddha merupakan gelar kepada individu yang menyadari potensi penuh untuk memajukan diri dan yang berkembang kesadarannya. Dalam penggunaan kontemporer, sering digunakan untuk merujuk Siddharta Gautama, guru agama dan pendiri Agama Buddha dianggap "Buddha bagi waktu ini". Dalam penggunaan lain, ia merupakan tarikan dan contoh bagi manusia yang telah sadar.

Penganut Buddha tidak menganggap Siddharta Gautama sebagai sang hyang Buddha pertama atau terakhir. Secara teknis, Buddha, seseorang yang menemukan Dharma atau Dhamma (yang bermaksud: Kebenaran; perkara yang sebenarnya, akal budi, kesulitan keadaan manusia, dan jalan benar kepada kebebasan melalui Kesadaran, datang selepas karma yang bagus (tujuan) dikekalkan seimbang dan semua tindakan buruk tidak mahir ditinggalkan).

1. Nama kitab suci Buddha : Tri Pitaka.
2. Nama pembawa Ajarannya : Sidharta Gautama.
3. Permulaan : Kurang/lebih 2.500 tahun lalu.
4. Nama tempat peribadatan : Vihara.
5. Hari besar keagamaan : Waisak dan Katina.


E. Kong Hu Cu

Kong Hu Cu atau Konfusius, adalah seorang guru atau orang bijak yang terkenal dan juga filsuf sosial Tiongkok, terkadang sering hanya disebut Kongcu (Hanzi, hanyu pinyin: KongfuziĆ£€Kongzi) (551 SM - 479 SM). Filsafahnya mementingkan moralitas pribadi dan pemerintahan, dan menjadi populer karena asasnya yang kuat pada sifat-sifat tradisonal Tionghoa. Oleh para pemeluk agama Kong Hu Cu, ia diakui sebagai nabi.

1. Nama Kitab suci Kong Hu Cu : -
2. Nama Pembawa Ajarannya : Kong Hu Cu
3. Permulaan : -
4. Nama Tempat Ibadahnya : Klenteng/Vihara
5. Hari besar Keagamaannya : Sembayang kepada arwah leluhur, Tahun Baru Imlek, Ca Go Mek, Twan Yang, Twan Yang, Hari Tangcik / Sembayang Ronde dll